Kuliner Khas Dieng: 10 Makanan dan Minuman yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung - TheGeGe
Home About Us
  • Order Online
  • NEWS Testimoni
    The Gege > Hot News > Kuliner
    kuliner-khas-dieng-10-makanan-dan-minuman-yang-wajib-dicoba-saat-berkunjung
    16 August 2026
    42 kali dilihat

    Kuliner Khas Dieng: 10 Makanan dan Minuman yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

    Dieng selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pegunungan favorit di Jawa Tengah. Hamparan perkebunan, kompleks Candi Arjuna, kawah vulkanik, hingga fenomena embun es menjadi daya tarik yang membuat wisatawan datang dari berbagai daerah. Namun, pengalaman liburan ke Dieng rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Dieng.

    Menariknya, kuliner di kawasan Dieng dan Wonosobo sangat berkaitan dengan kondisi geografisnya. Udara yang dingin membuat makanan berkuah, gorengan hangat, serta minuman tradisional menjadi pilihan yang banyak dicari wisatawan. Di sisi lain, hasil pertanian dataran tinggi seperti kentang dan buah carica juga berkembang menjadi produk kuliner sekaligus oleh-oleh.

    Pada 2026, pilihan kuliner yang bisa ditemukan wisatawan semakin beragam. Selain makanan tradisional yang sudah dikenal sejak lama, berbagai produk olahan seperti keripik, minuman, hingga mi ongklok instan juga semakin mudah ditemukan.

    Lantas, apa saja kuliner khas Dieng yang menarik untuk dicoba?

    1. Mie Ongklok

    Kalau membicarakan kuliner khas Dieng, mie ongklok hampir selalu berada di urutan teratas. Meskipun secara administratif lebih identik dengan Wonosobo, kuliner ini sangat mudah ditemukan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dieng.

    Mie ongklok menggunakan mi kuning yang dipadukan dengan kol dan daun kucai. Ciri paling menonjol terdapat pada kuahnya yang kental dengan cita rasa gurih dan sedikit manis. Kekentalan tersebut berasal dari penggunaan tepung kanji atau pati dalam kuah.

    Nama "ongklok" berkaitan dengan proses memasaknya. Mi dan sayuran dicelupkan berulang kali ke dalam air panas menggunakan alat berbentuk keranjang kecil, sehingga menghasilkan tekstur mi yang khas.

    Biasanya, mie ongklok disantap bersama sate sapi dan tempe kemul. Perpaduan mi berkuah hangat, sate berbumbu, serta gorengan renyah terasa semakin nikmat ketika disantap di tengah udara dingin Dieng.

    2. Manisan Carica

    Carica merupakan salah satu produk yang sangat melekat dengan identitas kuliner Dieng. Buah ini masih berkerabat dengan pepaya, tetapi mempunyai karakter rasa dan tekstur yang berbeda.

    Di kawasan Dieng, carica umumnya diolah menjadi manisan dengan kuah sirup. Rasa manis berpadu dengan sensasi asam dan aroma buah yang khas sehingga terasa menyegarkan.

    Tidak mengherankan jika manisan carica menjadi salah satu pilihan oleh-oleh populer dari Dieng. Produk ini juga tersedia dalam berbagai bentuk kemasan sehingga relatif praktis dibawa pulang.

    Selain manisan, carica juga dapat diolah menjadi produk lain seperti keripik dan minuman.

    3. Tempe Kemul

    Bagi pencinta gorengan, tempe kemul merupakan kuliner yang layak masuk daftar wajib coba.

    Tempe kemul pada dasarnya berupa tempe yang dibalut adonan tepung berbumbu sebelum digoreng. Salah satu cirinya adalah tambahan daun kucai yang memberikan aroma sekaligus tampilan tersendiri.

    Istilah "kemul" dalam bahasa Jawa berarti selimut. Nama tersebut menggambarkan tempe yang seolah-olah diselimuti adonan tepung.

    Tekstur bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Tempe kemul biasanya paling nikmat disantap selagi hangat bersama teh atau kopi.

    4. Kentang Dieng

    Dieng merupakan salah satu kawasan dataran tinggi yang terkenal dengan hasil pertaniannya, termasuk kentang. Karena itu, kentang tidak hanya dijual sebagai hasil pertanian, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai makanan dan camilan.

    Wisatawan dapat menemukan kentang goreng, keripik kentang, hingga berbagai olahan kentang lainnya. Ukuran kentang lokal dan karakter hasil pertanian dataran tinggi membuat bahan ini memiliki tempat tersendiri dalam kuliner Dieng.

    Bagi wisatawan yang ingin membawa camilan perjalanan pulang, produk olahan kentang juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh.

    5. Purwaceng

    Selain makanan, Dieng juga mempunyai minuman tradisional yang cukup terkenal, yaitu purwaceng.

    Purwaceng merupakan tanaman yang tumbuh di kawasan pegunungan dan secara tradisional dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal. Di Dieng, purwaceng dapat ditemukan dalam bentuk teh, jamu, maupun bubuk minuman.

    Minuman purwaceng umumnya disajikan hangat sehingga cocok dengan suasana Dieng yang sejuk. Rasanya mempunyai karakter herbal yang khas dan biasanya dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan minuman yang lebih mudah dinikmati.

    Jika ingin mencobanya, sebaiknya anggap purwaceng sebagai bagian dari pengalaman kuliner tradisional, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

    6. Kacang Dieng

    Ada pula kacang Dieng, salah satu produk camilan yang cukup menarik untuk dibawa pulang.

    Kacang ini mempunyai ukuran biji yang relatif besar dan biasanya diolah dengan cara digoreng kemudian diberi bumbu. Teksturnya renyah sehingga cocok dijadikan camilan selama perjalanan.

    Produk kacang Dieng juga dapat ditemukan dalam berbagai kemasan sebagai oleh-oleh.

    7. Sagon atau Rangin

    Selain kuliner gurih dan minuman hangat, wisatawan juga dapat menemukan jajanan tradisional seperti sagon atau rangin.

    Jajanan berbahan dasar kelapa dan tepung ini mempunyai aroma khas yang semakin terasa ketika disajikan hangat. Teksturnya cenderung padat tetapi tetap memberikan sensasi gurih dari kelapa.

    Bagi wisatawan yang ingin mengenal jajanan tradisional Jawa, sagon bisa menjadi pilihan menarik untuk dicicipi. Kuliner tradisional semacam ini juga disebut dalam berbagai rekomendasi makanan khas Dieng terbaru.

    8. Olahan Terong Belanda

    Dataran tinggi Dieng juga menghasilkan berbagai jenis buah yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner. Salah satunya adalah terong Belanda.

    Buah ini mempunyai rasa asam dan segar sehingga cocok diolah menjadi minuman, jus, maupun produk manisan. Warna buahnya yang khas juga membuat olahannya terlihat menarik.

    Produk berbahan terong Belanda bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba sesuatu selain makanan berbahan kentang atau carica.

    9. Olahan Carica untuk Oleh-oleh

    Selain manisan carica dalam cup, wisatawan juga bisa menemukan berbagai inovasi olahan carica.

    Perkembangan produk oleh-oleh membuat carica tidak hanya hadir dalam bentuk manisan. Beberapa produsen mengolahnya menjadi keripik dan produk lainnya yang lebih praktis untuk dibawa bepergian.

    Bahkan, saat ini wisatawan juga dapat menemukan produk makanan yang mengadaptasi kuliner lokal ke dalam bentuk praktis, seperti mi ongklok instan.

    Ini menunjukkan bahwa kuliner Dieng terus berkembang tanpa harus meninggalkan bahan-bahan lokal yang menjadi identitasnya.

    10. Minuman Hangat untuk Menemani Suasana Dieng

    Berwisata di dataran tinggi tentu berbeda dengan berwisata di kawasan perkotaan. Suhu yang relatif sejuk membuat secangkir minuman hangat terasa jauh lebih nikmat, terutama pagi atau malam hari.

    Selain purwaceng, wisatawan dapat menikmati teh, kopi, dan berbagai minuman hangat yang tersedia di warung maupun tempat makan sekitar Dieng.

    Menariknya, menikmati minuman hangat di tengah udara pegunungan bukan sekadar soal rasa. Suasana, pemandangan, dan udara dingin turut menjadi bagian dari pengalaman kuliner.

    Kenapa Kuliner Khas Dieng Layak Dicoba?

    Ada alasan mengapa wisata kuliner semakin sulit dipisahkan dari perjalanan ke Dieng.

    Pertama, banyak makanan memanfaatkan bahan lokal dan hasil pertanian dataran tinggi. Kentang, carica, sayuran, hingga tanaman herbal menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

    Kedua, karakter kulinernya cocok dengan kondisi alam. Makanan seperti mie ongklok dan tempe kemul terasa semakin nikmat ketika disantap dalam kondisi hangat di tengah udara pegunungan.

    Ketiga, beberapa kuliner mempunyai nilai budaya yang menarik. Mie ongklok misalnya, bukan hanya makanan biasa, tetapi mempunyai teknik pengolahan tradisional yang menjadi bagian dari identitas kuliner Wonosobo.

    Keempat, banyak produk kuliner dapat dibawa pulang. Manisan carica, keripik kentang, kacang Dieng, hingga produk olahan lainnya memungkinkan wisatawan membawa sedikit pengalaman Dieng ke rumah.

    Tips Berburu Kuliner Saat Liburan ke Dieng

    Supaya wisata kuliner di Dieng lebih menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.

    Datang dengan perut yang tidak terlalu kenyang. Ada banyak makanan yang ingin dicoba, jadi sebaiknya jangan langsung makan dalam porsi besar di satu tempat.

    Prioritaskan makanan lokal. Cobalah mie ongklok, tempe kemul, carica, kentang, atau produk lokal lainnya sebelum memilih menu yang mudah ditemukan di kota-kota lain.

    Cicipi makanan saat masih hangat. Untuk makanan seperti mie ongklok dan tempe kemul, suhu penyajian sangat berpengaruh terhadap pengalaman makan.

    Siapkan oleh-oleh. Jika memiliki waktu lebih, sisihkan anggaran untuk membeli carica, keripik kentang, kacang Dieng, atau produk lokal lainnya.

    Perhatikan kemasan dan daya tahan. Untuk produk yang dibawa pulang, pilih kemasan yang sesuai dengan lama perjalanan agar kualitas makanan tetap terjaga.

    Kuliner Dieng, Pelengkap Pengalaman Wisata di Dataran Tinggi

    Dieng bukan hanya destinasi untuk melihat sunrise, candi, kawah, atau menikmati panorama pegunungan. Kuliner khasnya juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.

    Mulai dari semangkuk mie ongklok yang hangat, tempe kemul yang renyah, manisan carica yang segar, hingga secangkir purwaceng, setiap makanan menawarkan karakter berbeda. Beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi produk oleh-oleh yang membawa nama Dieng ke berbagai daerah.

    Jadi, ketika merencanakan perjalanan ke Dieng berikutnya, jangan hanya membuat daftar tempat wisata. Buat juga daftar kuliner khas Dieng yang ingin dicoba. Dengan begitu, perjalanan akan terasa lebih lengkap karena tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga mengenal cita rasa dan produk lokal masyarakat dataran tinggi.

    Setelah Kulineran, Saatnya Seru-Seruan di The Gege Fun and Play

    Buat kamu yang sedang mencari aktivitas menyenangkan setelah wisata kuliner, The Gege Fun and Play bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

    The Gege Fun and Play menghadirkan konsep hiburan yang cocok untuk aktivitas keluarga, termasuk kegiatan bermain dan aktivitas renang. Jadi, setelah puas menjelajahi kuliner Dieng, kamu bisa melanjutkan agenda dengan aktivitas yang lebih aktif dan menyenangkan.

    Bagi keluarga yang ingin mencari tempat untuk bermain, bersantai, atau mengajak anak beraktivitas, The Gege Fun and Play dapat menjadi salah satu destinasi yang layak dipertimbangkan.

    Cari tahu informasi terbaru mengenai aktivitas, layanan, dan berbagai pilihan kegiatan melalui The Gege Fun and Play di TheGege.id sebelum berkunjung.


    Chat via WhatsApp